Tuesday, November 4, 2008

Buku Braille sang Tukang PIjat

Sejak mengenal pijat shiatsu saya selalu ketagihan dengan pijat.. Paling tidak sebulan sekali pasti saya menyempatkan diri untuk pijat di tuna netra. Saya selalu mempunyai langganan bernama pa fery. Setiap kali menunggu langganan dia selalu menyempatkan diri membaca ( baca ; meraba) sebuah buku berwarna hijau tua besar. Melihat orang buta seperti mereka membaca membuat ku merasa malu..

Aku yang mempunyai sepasang mata yang normal kadang tidak memakainya untuk membaca hal hal yang berguna.. Bukankah kita lebih beruntung dibanding mereka yang buta? Yang untuk membaca harus perlahan lahan dengan meraba raba. Marilah kita giat belajar dengan anugerah yang Tuhan udah anugerahkan ini

Salam

Pujian Tukang cukurku


Bulan lalu, di suatu sore yang cerah, seperti biasa saya menyempatkan diri untuk menggunting rambut di salon favorit ku ini. Aku mencari cewek yang biasa mencuci rambut ku, tapi karena tidak masuk maka di gantikan oleh seorang gadis manis yang keliatannya baru kerja..

Ritual mencuci pun di mulai. Sambil memenjamkan mata, saya berusaha menikmati setiap aliran air di rambutku. Tangan tangan lembut lain dari biasanya membuat ku melontarkan pujian kepada yang empunya. "Mba, beda lho cara mencucinya dengan yang lain" lontar ku. "Ah biasa aja kok" balasnya sambil tersenyum. Yang aku rasakan adalah waktu cuci rambut ku jadi lebih lama dan lebih telaten. Sambil tersenyum dalam hati aku baru ingat kata kata Dale Carnegie bagaimana suatu pujian dapat menguntungkan bagi kita.

Sehabis dicuci aku langsung digunting oleh mas Chris langgananku ini.. Sambil menggunting rambut ku , dia berujar " kok rambutnya tambah lebat ya'. Wah hati ku berbunga bunga ( karena saat ini emang dalam proses hair treatment). Hal ini mendorong ku supaya lebih giat dan semangat dalam memakai hair tonic ku..

Ini lah arti sebuah pujian yang sebenarnya.. Memotivasi dan Memberi kan semangat untuk tetap berjuang..

Tetap semangat buddy